Selasa, 19 Mei 2020

Mencatat Sejarah dengan Menerbitkan Buku


Mencatat Sejarah dengan Menerbitkan Buku







Selamat malam semuanya,
Hari ini hadir yang beda dari biasanya, kenapa begitu?Karena beliau seorang wanita hehe.Bukan hanya wanita biasa- biasa ya tentunya. Yap, kita kenalan dulu dengan beliau. Ibu Farrah Dina. Beliau adalah Founder Tangga Edu. Berkecimpung dengan buku anak menjadikan media dibalik suksesnya menerbitkan sejumlah buku.

DATA PRIBADI NARSUM
Lahir : Jakarta, 17 Maret 1980
Alamat : Pondok Cibubur Blok. F4 no. 13
Cimanggis, Depok
No. Hp : 08129177333

PENDIDIKAN
Tokyo Gakugei University, Tokyo, Jepang
Teacher Training Program Jurusan Curriculum Theory (2014)
State University of New York, College at Buffalo
Master of Science in Multidisciplinary Studies (2007)
Institut Pertanian Bogor
Sarjana Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga IPK: 3,67 (2003)

PRESTASI
Ø  Penerima beasiswa dari Kementrian Pendidikan Jepang (Monbukagakusho) untuk program Teacher Training (2014)
Ø  Perwakilan Indonesia dalam program Global Women in Management di Washington DC, USA (2009)
Ø  Lulusan Terbaik Fakultas Pertanian, IPB (2003)
Ø  Mahasiswa Terbaik Nasional Tingkat II (2002)
Ø  Mahasiswa Terbaik IPB (2002)

Menulis dan menerbitkan buku adalah dua hal yang berbeda. Yang paling penting bagi seorang penulis adalah menulis. Penerbitan adalah sebuah akibat. Adapun yang terpenting bagi penulis adalah pembaca. Penulis tak ada artinya tanpa pembaca. Penulis harus bisa mengasah intan menjadi berlian.
Langkah 4 R dalam menulis menurut Farrah Dina yaitu:
1.     Renjana
Renjana adalah sesuatu yang amat menarik; jika melalukan mudah dan menyenangkan; passion. Jika menulis sesuai passion akan mengalir. Jika ada penulis yang teksnya tak pernah selesai berarti ada yang salah. Kemungkinan yang ditulis tak sesuai renjana.
2.     Rutin
Ini merupakan kunci. Bukan hanya rutin menulis, melainkan juga membaca. Kosakata membaca itu sama dengan kosakata menulis. Jadi, seorang penulis harus mengasah kemampuan dengan membaca. Dalam menulis perlu menyiapkan waktu khusus.
3.     Review
Proses terpanjang dalam menulis adalah review. Review ini amat penting. Lakukan review, review, review.
4.     Ruang bagi pembaca
Penulis tak ada artinya tanpa hadirnya pembaca. Itu sebabnya perlu disiapkan ruang untuk pembaca. Bisa melalui meminta feedback atau yang lainnya.

Beberapa pertanyaan dari peserta belajar menulis online yaitu:

Dalam menulis harus melalui tahapan 4R itu agar buku yang diterbitkan berkualitas?
Tidak selalu. 4R merupakan pengalaman penulis-penulis hebat yang bisa dicontoh. Yang perlu diingatkan dalam menulis jangan dipusingkan masalah editing. Nanti ada saatnya editing. Yang perlu dilakukan adalah review berulang.

Bagaimana teknis mengubah tulisan best practice menjadi tulisan populer? 
Baca contoh buku-buku populer yang berdasarkan pendekatan ilmiah. Dari buku-buku ini dibahas "Permasalahan" lalu "jawabannya" dengan sedikit-sedikit memasukkan teori  pendukung. Jadi yang dibahas bukan teroinya, ada unsur emosi kuat yang dibangun sehingga ada konektivitas dengan pembaca. Menampilkan "voice" pada buku populer atau membangun emosi, misalnya dengan memasukkan isi wawancara, atau data-data non formal yg lebih hidup.

Bingung menentukan passion?
Cara paling ampuh adalah dengan terus menulis, nanti akan kelihatan kecenderungan kita. Nanti akan terlihat apa yang menjadi renjana kita. Kita bisa lihat dari bank yang sudah kita kumpulkan, apa sih yang menarik untuk kita yang mendorong kita untuk mengungkapkannya, nah itulah renjana kita. Cara lain paling mudah mengetahuinya adalah dengan melihat mana tulisan yang paling cepat diselesaikan dan kita merasa mudah.

Menulis buku anak-anak bolehkan menulis berdasarkan apa yang kita lihat, kemudian kita tambahkan dengan khayalan dan imajinasi?
Justru imajinasi itu kekuatan dari buku anak. Seperti binatang berbicara, anak pergi ke ruang angkasa, berteman dengan robot, itu adalah imajinasi. Yang tidak boleh adalah takhayul dan imajinasi yang mengandung kekerasan.

Apa yang dilakukan sehingga dapat  menemukan passion “menulis buku anak”?
Menemukan renjana berawal dari pendidikan di Amerika & Jepang yang di mana mereka sangat serius memikirkan buku anak. Sebenarnya juga berawal dari kebutuhan, saat di Jepang anak masih TK dan akan kembali ke Indonesia masuk SD. Jadi harus mengajarkan membaca. Minta dikirimkan buku-uku dari Indonesia saya tidak puas. Lalu menulis buku sendiri dan ternyata itu menyenangkan dan merasa bisa memberi solusi pada permaslaahan yang ada.

Apa yang melatarbelakangi Ibu mendirikan Tangga Edu dan juga bisa menjadi penulis?
Yang menjadi motivasi adalah bagaimana memberi manfaat sebesar mungkin untuk negeri Indonesia tercinta ini.

Bagaimana memanage 4 R ini agar menjadi sebuah kesatuan utuh untuk saling melengkapi dalam menulis?
LAKUKAN, itu kunci utamanya. Dengan melakukan maka akan menemukan polanya tersendiri. Yang perlu diingat adalah di awal, tulis dulu apa yang mudah untuk kita, tapi perlu dipaksakan juga agar menjadi rutinitas. Dengan begitu kita akan sangat terbiasa. Saat ingin dipublish ke orang lain, maka perlu dilakukan review berulang-ulang. Jangan lakukan review saat menulis di awal, karena nanti tidak akan jadi karya karena kita berkutat dengan banyak hal.

Apakah seorang penulis harus fokus pada satu passion atau genre tulisan agar tulisannya betul2 baik dan memang ada tidak pengaruh taste/rasa tulisan seseorang yang suka mengerjakan dua tulisan (fiksi dan non fiksi) secara bersamaan?
Sebagai awal, tulis dulu sesuatu yang mudah bagi kita, yang sesuai dengan renjana kita, yang kita senang saat menuliskannya. Ini gunanya untuk memberi reward terhadap diri sendiri. Dengan jadinya naskah yang kita sukai, itu akan menjadi bahan bakar bagi kita untuk terus menulis. Jika di awal kita sudah tidak cukup motivasinya, maka akan terhmbat, Tulislah sesuatu yang betul-betul isi kepala atau hati kita yang ingin disampaikan ke orang lain. Selanjutnya, kita menyesuaikan diri dan bisa menulis dengan genre apapun, tentu dengan latihan dan pembiasaan serta sesuaikan dengan kebutuhan pembaca.

Salah satu dari 4 R adalah Renjana. Mengapa diletakkan di poin paling atas?
Renjana adalah passion, ketertarikan kita pada satu hal yang kita akan mengerahkan energi kita untuk itu dengan senang hati. Menulis sesuatu yang sesuai dengan renjana kita, itu akan menjadi kekuatan di awal. Manusia memerlukan reward langsung. Saat kita menulis sesuatu yang sesuai dengan minat kita, maka kita akan menikmatinya & hasilnya pun akan cepat jadi. Hasil tulisan yang jadi ini menjadi reward sendiri untuk kita sehingga kita akan terus termotivasi untuk menulis. Setelah itu, barulah berkreasi dengan berbagai genre agar kita menguasai  menulis berbagai hal.

Bagaimana caranya agar dapat menerima tanggapan pembaca yang negatif pada tahap ruang bagi pembaca? 
Menerima tanggapan negatif memang tidak mudah. Jangan sampai juga itu medemotivasi kita dan menghilangkan jati diri kita. Saat kita mendengar tanggapan pembaca, yang perlu kita tahu sebenarnya adalah penangkapan pembaca terhadap hasil tulisan kita. Apakah sama seperti apa yang ingin kita sampaikan? Jika berbeda, apa yang berbeda (tentu perlu ada ruang imajinasi yang berbeda antara pembaca dan penulis). Kemudian "keseluruhan" atau "detail" apa yang tidak disuka. Kalau tidak suka karena selera yang berbeda, maka bisa jadi pelajaran bahwa org dgn persona seperti dia bukanlah target pembaca kita.

Kalau saya merasa renjana (passion)  saya membuat buku pelajaran fisika apakah berarti sebaiknya saya menulis buku pelajaran fisika saja?
Untuk tahap pertama maka sebaiknya ibu pilih buku fisika. Ini untuk menciptakan reward bagi diri kita di awal agar kita terus termotivasi untuk menulis. Namun setelah itu lebarkanlah sayap. Coba buat artikel lain yang tetap mengaitkan dengan fisika (ilmiah menjadi populer) dan berkreasilah dengan genre-genre lain.

Bagaimana cara mudah menulis buku sebagai pemula seperti saya karena beberapa kali saya coba selalu gagal?
Mulai Saja Dulu. Ini yang paling penting. Jika memang tertarik dengan penelitian, coba ambil salah satu sudut dari penelitiannya untuk dijadikan artikel (bukan keseluruhan penelitian). Ambil sisi yang dapat dibangun konektivitasnya pada pembaca secara umum.

Sebelum menentukan R(uang) pembaca apakah kita perlu meneliti atau survey untuk calon pembaca buku kita. Lalu, bagaimana sebaiknya jika kita berharap pembacanya tidak terlalu spesifik?
Pada tahap awal kita menulis maka sebaiknya kita menulis untuk tujuan diri kita. Apa yang ingin kita sampaikan. Agar keluar jati diri kita sambil kita melihat yang cocok dengan tulisan kita itu pembaca yang bagaimana. Baru kemudian kita berkembang, mulai menulis berdasrkan "pesanan" artinya kita tentukan dulu sasaran pembacanya.

Menulis buku anak itu tentu untuk membangkitkan minat maka perlu gambar. Apakah ibu menggambar sendiri atau menggunakan jasa? Atau adakah cara lain mendapatkan gambar?
Saya membuat buku anak dengan desai berjenjang di awal. Mulai dr pembaca pemula yang hrs penuh dengan gambar. Untuk ini tentu saya bekerja sama dengan ilustrator. Byk komunitas ilustrator saat ini, termasuk di medsos.


Kiat untuk menulis di antaranya menulis setiap hari, apa saja yang terlintas akan saya tulis. Jenis tulisan sya masih bersifat bebas dengan kata-kata yang mengalir begitu saja di dalam otak saya tulis.
Selamat, dengan ibu sudah rutin menulis maka ibu sudah MEMULAI. Nanti dari kumpulan tulisan itu, pilih beberapa yang ingin direview dengan serius hingga menjadi tulisan yang siap publikasi.


Nah, dari materi kali ini.Sudah dapatkah passion kita belum ya. Semoga menulis merupakan aslah satunya. Sekian ilmu yang bisa keta terapkan dari pemateri. Mulailah dari hal yang kau sukai. I Love it!



SIBUK TAPI TETAP MENULIS


SIBUK TAPI TETAP MENULIS

 






Semangat  pagi,

Nara sumber hari ini yaitu Bapak Much Koiri dilahirkan di Desa Bacem,  Kabupaten Madiun 24 Maret 1965 Provinsi Jawa Timur.

Pak  Much Koiri merupakan  Dosen dan penulis buku dari FBS Universitas Negeri Surabaya, beliau juga sebagai Trainer, editor, penggerak Literasi. Beliau Alumnus Internasional Writing program di University of lowa (1993) dan Summer Institute in American.

Studies di Chinese University of Hong Kong (1996) dan Trainer untuk berbagai pelatihan motivasi dan Literasi. Ia masuk dalam buku 50 tokoh Inspiratif Alumni Unesa (2014) Beliau pernah menjadi Redaktur Pelaksana Jurnal kebudayaan kalimas dan penasihat jurnal berbahasa Inggris Emareald. Ia pernah menjadi redaktur jurnal sastra dan seni. Selain menghidupkan beberapa komunitas penulis, ia juga pernah mengomandani ngaji Sastra di pusat bahasa Bahasa Unesa bersama para Sastrawan. Karya karyanya (fiksi dan Nonfiksi)  pernah dimuat diberbagai media cetak, jurnal, dan online baik dalam dan luar negeri.  Ia menerbitkan 42 judul buku tentang budaya, sastra, dan menulis kreatif baik mandiri maupun antologi. Buku buku larisnya antara lain: jejak budaya meretas peradaban (2014), Rahasia Top Menulis (2015).Much Koiri dalam 38 Wacana (2016).Kumpuis Gerbang Kata (2016),Bukan Jejak Budaya (2016), Mata Kata: Dari Literasi Diri (2017),Write or Die: jangan mati sebelum Menulis Buku (2017), Virus Emcho Melintas Batas Ruang Waktu (2020) dan SOS Sapa Ora sibuk: Menulis Dalam Kesibukan (2020).  Sekarang sedang menyiapkan naskah buku tentang menulis budaya, Literasi, dan karya karya sastra (puisi dan cerpen)  Beliau cukup aktif menulis di blog. Instagram :@muac. khoiri dan @emcho _bookstore.
Wa 081331450689 Facebook Much Khoiri -90

Pertemuan hari ini beliau memaparkan tema” Menulis dalam Kesibukan”  .Hal ini menarik bagi saya ya khususnya karena bagaimana tetap selalu menulis walau sedang sibuk.Wow sepertinya tidak mudah hehe.

Dari Tema ini bisa diketahui bahwa  penulis ini  memiliki kesibukan luar biasa, beliau adalah Pak Much Koiri penulis buku yang ada dihadapan pembaca bukan lah pengangguran yang hanya merenung sambil sesekali menangkap ilham dari langit untuk untuk kemudian dituliskan diselembar kertas, tidak sekali lagi tidak, buku ini tentu ditulis didalam kesibukan beliau yang sangat padat diprofil Pemateri kelas menulis online dituliskan dari jajaran profil tentu sudah dapat kita duga kesibukannya pak Emcho   panggilan akrab lelaki murah senyum itu, yang tentu juga sibuk sebagai seorang ayah bagi anak anaknya, dan sebagai seorang suami bagi istrinya. Bisa dibayangkan menjadi seorang ayah aja sudah sibuk belum lagi ditambah
embel embel yang lain, namun nyatanya pak Emcho mampu produktif berkarya mencerdaskan anak- anak bangsa lewat tulisan.

Buku SOS (Sapa Ora Sibuk) Menulis Dalam Kesibukan merupakan ini hadir sebagai rahmat dan Anugrah bagi orang yang sibuk lebih lebih orang yang tidak sibuk yang berangan angan menulis sebuah buku. Di dalam buku ini Pak Emcho memaparkan secara mudah, praktis, dan aplikatif mengenai kiat kiat pengalaman beliau dalam menulis buku ditengah kesibukannya menjalani darmanya secara vertikal maupun horizontal.

Setelah mengikuti materi beliau siang tadi diharapkan kepada kita diharapkan yang memiliki alasan sibuk.Entah sibuk pekerjaan di kantor,atau di rumah, bukan merupakan penghalang dan rintangan yang harus kita jadikan alasan untuk tidak menulis.Karena menulis adalah sebuah kata kerja yang akan memberikan makna bagi diri kita sebagai manusia.  Menurut beliau manusia pada hakekat nya adalah subjek. Tanpa kata kerja subjek hanyalah entitas mati, tanpa makna konstekstualitasnya. Manusia adalah khalifah di bumi, pemimpin dari makhluk semuanya dan harus bermanfaat bagi sesama. Untuk itu menulis menjadikan kita bisa membagikan hal yang berguna banyak.Nah ini yang disebut influencer yang baik. Mari kita menulis untuk  hal yang baik dan  menginspirasi banyak orang.



Mulia tentris L.E


TIPS MENERBITKAN BUKU DI PENERBIT MAYOR


TIPS MENERBITKAN BUKU DI PENERBIT MAYOR







Pertemuan kuliah belajar menulis onlinekali ini  bersma PGRI Pusat yang didampingi oleh Bapak Wijaya Kesuma. M.Pd. Dengan pemateri bapak Ukim Komarudin Tema nya adalah Pengalaman  Menerbitkan Tulisan Di Penerbit Mayor.

Bagi penulis yang naskah nya sudah selesai pasti muncul pertanyaan naskahnya mau diterbitkan sendiri atau dikirim kepenerbit  Mayor. Dengan berbagai pertimbangan biasanya akan meminta saran dari teman penulis bagaimana agar tulisannya bisa diterbitkan dan dibaca oleh orang lain.

Ada beberapa tpis agar bisa lolos  menerbitkan bukunya  sendiri diantaranya:

a. Persiapan modal

Menerbitkan buku juga harus hitung hitungan masalah modal. Mulai dari layoutnya, syukur -syukur kalau layout sendiri biar modalnya kecil, namun bila tidak bisa menglayout maka solusi nya cari teman yang bisa bantu atau kepercetakan yang memiliki jasa layouternya. Tentu butuh  lagi dana. Termasuk juga desain cover biar lebih menarik calon pembaca. Sebab biasa mereka calon pembaca tertarik membeli dari bentuk covernya. Terakhir ongkos percetakan, pengemasan jalur distribusi harus diperhatikan berdasarkan  analisa segmen pasar.
 Bila belum bisa mempersiapkan dana yang cukup apalagi belum memiliki penghasilan maka sangat direkomendasikan untuk menerbitkan bukunya lewat penerbit Mayor saja.  Meski pun harus lebih bisa  bersabar menunggu keputusan di terima atau tidak.

b. Segmen Pasar
Belajar pengalaman dari beberapa teman yang sudah menerbitkan bukunya sendiri.  meski sebagian orang mengatakan naskahnya bagus dan memiliki peluang untuk terjual banyak. Namun ternyata dilapangan berbeda jumlah yang terjual hanya seberapa dibanding kan dengan modal yang harus dikeluarkan untuk mencetak bukunya.

Semuanya karena tidak bisa Menganalisisa segmennya termasuk bagaimana cara menjualnya. Akan menjadi masalah tersendiri.  Beberapa pengalaman teman penulis saking semangatnya menerbitkan buku lupa Menganalisisa potensi pasar nya, alhasil buku nya hanya beberapa yang terjual. Penjualan buku dari terbitan sendiri masih sangat beresiko tidak laku tergantung cara memasarkan dan memiliki jaringan penjualan. Namun ada banyak juga yang menerbitkan sendiri buku dan memasarkan buku laku keras karena sudah memiliki segmen pasar dan jaringan yang siap menjual bukunya.

Memang yang paling aman bila belum tahu segmen pasar dan cara menjual nya maka sangat disarankan untuk menerbitkan buku di penerbit Mayor saja.  Karena penerbit Mayor sudah memiliki serangkaian sistem mulai dari Menganalisa pasar, tim promosi, jalur kontribusi buku sampai hitung- hitung keuntungan dari buku anda,. Jadi mulai sekarang sering sering melatih diri agar kualitas tulisan bagus untuk bisa diterbitkan dipenerbit Mayor.

C, Percaya Diri
Modal percaya diri juga sangat penting dalam menerbitkan buku. Percaya pada naskahnya, percaya bisa diterima dan dibeli dan percaya bisa sukses dengan menulis buku.percaya akan buku kita semakin optimis menulis. Bisa menemukan ide ide yang khas disertai kemampuan menulis yang bagus akan membuat orang lain yakin dengan karya yang kita pasarkan. Menulislah pada hal hal yang bisa dikuasai dan memberikan inspirasi dan memberi manfaat bagi pembaca nya, namun bila belum kuat percaya dirinya maka sekali lagi penerbit Mayor jadi pilihan untuk menerbitkan buku.

Berikut ini beberapa jawaban dari pertanyaan dari peserta belajar menulis online ;

Pertama, saya berpikir, menulis merupakan ekspresi pribadi saya. Oleh karena itu, saya merasa sangat penting agar saya memiliki tempat mencurahkan segala kegelisahan atau apapun bentuknya. lalu saya menemukan menulis adalah sarana yang tepat buat saya. Saya tak pernah merasa khawatir, terkait dengan kualitas tulisan saya. Saya juga tidak perduli  dengan ragam atau apa yang menjadi trend di masyarakat. Pokoknya menulis. Menulis adalah kebutuhan. Saya merasa menemukan lebih tentang "saya" dengan menulis. Demikian hal itu terus berjalan hingga jika tidak dilakukan seperti ada sesuatu yang hilang. Demikianlah saya menulis dengan jujur, sejujur-jujurnya. Apa adanya.

Hingga sampai suatu hari, tulisan-tulisan itu mulai dilirik orang-orang terdekat, yang dalam hal ini teman-teman guru. Satu dua teman berkomentar bahwa tulisan saya bagus. Istilah mereka, tulisan saya emotif. Kata mereka juga, tulisan saya dapat membuat pembaca larut dalam cerita. Ada juga yang mengatakan bahwa bahasa saya sederhana dan mudah dicerna oleh pembaca. Ada juga yang mengaku bahwa sepenggaltulisan saya dapat dijadikan ceramah atau kultum, dsb.

Saya banyak mendapatkan pelajaran menyangkut hal-hal yang tadinya tidak saya pikirkan. Pelajaran atau informasi itu awalnya, membuat saya tidak nyaman karena menabrak prinsip menulis saya. Umpamanya, "Apakah ketika  saya menulis buku"menghimpun yang Berserak" ini sudah memperkirakan akan laku di pasaran?" Kalau sudah ada,  apakah buku saya punya nilai tambah sehingga pembaca melirik dan membeli buku saya? Untuk kepentingan pasar, "Apakah saya bersedia apabila beberapa hal terjadi penyesuaian (diganti)? dst. Terus terang, saya merasa kurang nyaman dengan interview itu. Saya merasa diam-diam mulai "dipenjara". Inikan ekspresi pribadi saya, mengapa orang lain bisa mengatur hal-hal yang sangat privasi? Menyebalkan! Begitu, oleh-oleh pulang dari interview.

Karena komentar tersebut, saya mencoba membukukan tulisan-tulisan saya yang selama ini merekam semua kejadian karena saya memang senang membuat buku harian. Ada beragam kejadian, tetapi tema besarnya, yang saya tuliskan merupakan pelajaran seorang dewasa (guru) dari anak-anak "cerdas" yang menjadi siswanya. Oleh karena tulisan itu beragam kejadian, beragam waktu, dan dari beragam tokoh, maka saya menuliskan judul buku tersebut, "Menghimpun yang Berserak." Sebuah usaha untuk mengumpulkan segenap mutiara yang berserakan dalam kehidupan yang sangat bermanfaat bagi saya, dan semoga bermanfaat pula buat orang lain (pembaca).

Saya yang tersadar mendapatkan ilmu pengetahuan lebi ketika beliau menjelaskan tentang tim yang akan menyebabkan karya saya dapat dinikmati orang banyak. Beliau menjelaskan bahwa yang menanyai saya itu mungkin editor. sebab, beliaulah garda depan yang menentukan naskah itu layak diterbitkan atau sebaliknya. Menurut teman saya itu, naskah saya sepertinya  punya potensi atau "layak" untuk diterbitkan. Tetapi sebagai pemula, karya saya memang harus dipoles di sana sini.

Akhirnya, saya mendapat konfirmasi ketika saya dapat kabar bahwa ada meeting terkait dengan terbitnya buku saya. Pertama, saya menerima buku pribadi, kalau tidak salah jumlahnya hanya 5 buku. Buku tersebut berstempel tidak diperjual belikan. Kedua, saya diajak bicara terkait dengan teknis launching Buku "Menghimpun yang Berserak". Ini soal bagaimana membuat buku saya laku. Saat itu saya sangat bodoh dan kurang dapat memberikan masukan hyang berarti. Ketiga, saya diberitahu bahwa penerbit menerbitkan jumlah yang diterbitkan pada penerbitan pertama ini dan kurang lebih 6 bulan kemudian saya baru akan mendapat royaltinya. Untuk tersebut juga saya tidak pandai memberi masukan.
Karena komentar tersebut, saya mencoba membukukan tulisan-tulisan saya yang selama ini merekam semua kejadian karena saya memang senang membuat buku harian. Ada beragam kejadian, tetapi tema besarnya, yang saya tuliskan merupakan pelajaran seorang dewasa (guru) dari anak-anak "cerdas" yang menjadi siswanya. Oleh karena tulisan itu beragam kejadian, beragam waktu, dan dari beragam tokoh, maka saya menuliskan judul buku tersebut, "Menghimpun yang Berserak." Sebuah usaha untuk mengumpulkan segenap mutiara yang berserakan dalam kehidupan yang sangat bermanfaat bagi saya, dan semoga bermanfaat pula buat orang lain (pembaca).

Demikianlah saya menjelani proses, hingga akhirnya ada proses sebelum naik cetak,  yang sangat penting dalam proses kreatif saya, yakni menerima dami atau calon buku yang sama persis jika akhirnya bisa dicetak. Saya gembira sekali menerima buku dami itu. Terus terang saking gembiranya, saya menandatangi saja kontrak kerjasama tanpa membaca persentase yang kelak saya terima. Diduga sikap itu bukan sembrono, tetapi karena memang saya menulis bukan untuk hal tersebut.

Sekian belajar menulis online hari ini. Sangat bermanfaat bukan?setidaknya kita sudah sedikit bekal bila ingin menerbitkan buku.Terimkasih Pak Ukim


Motivasi Menulis Setiap Hari Goal Menerbitkan Buku


Motivasi Menulis Setiap Hari, Goal Menerbitkan Buku







Belajar Menulis Online untuk hari ini bersama Dadang Kadarusman. Beliau merupakan penggugah energy untuk selalu menulis. Berikut ini cuplikan kisah beliau

Nama saya Dadang Kadarusman.
Ayah saya seorang guru sekolah dasar. Ketika saya masih kecil, beliau sering membawakan buku2 bacaan. Dari situ saya jadi suka membaca. Dan dari suka membaca itu kemudian saya berkeinginan untuk menulis. Jadi sejak kecil saya sudah menulis.

Dalam forum ini mungkin saya hanya bisa membawakan materi sedikit saja karena adanya keterbatan ilmu saya dan hal-hal lainnya. Namun semoga yang sedikit ini bisa menjadi tambahan referensi bagi bapak ibu yang ingin meningkatkan kemampuan menulisnya.
Saya rasa perkenalannya cukup sekian dulu ya Om B. Jika bapak dan ibu ingin mengenal saya lebih lanjut silakan kunjungi website saya www.dadangkadarusman.com

Bapak ibu boleh nggak menjadikan uang sebagai pendorong utama dalam menulis. boleh saja. tidak masalah. Tapi nanti seiring berjalannya waktu kita akan menemukan apa dorongan yang paling cocok buat kita.

Kesimpulannya, kenapa perlu menulis setiap hari adalah; Karena seorang penerbit buku sejati, bukanlah orang yang meminta bantuan orang lain untuk menuliskan naskah bukunya.

Ya itu pelajaran yang sangat menginspirasi kita semuan dari Pak Dadang..Sebagian dari kita tujuan dari menulis untuk menghasilkan karya berupa buku. Kenapa?  karena dengan memiliki buku sendiri ada kepuasan batin yang tidak ternilai dengan uang. Bisa dibayangkan berapa energi yang keluar untuk menghasilkan sebuah naskah, mulai dari mencari ide, referensi, berkorban waktu untuk menulis sampai mencari penerbit yang cocok dengan tema tulisan yang dibuat. Persoalan peminat banyak membeli atau tidak itu urusan yang lain.Naskah buku yang diselesaikan dengan waktu yang lama, menyisakan satu tahap lagi yakni mencarikan "jodoh penerbit" yang tepat.  Karena tidak semua penerbit bisa menerbitkan buku dengan tema tertentu. Mereka memiliki katagori buku yang akan dicetak sendiri  tentu dengan hitung hitungan potensi penjualan bisa laku atau tidak.

Maka penulis pemula kita dituntut untuk lihai melihat segmen apa yang dibutuhkan penerbit.  Mencari tahu jenis buku apa yang diterbitkan oleh penerbit dengan melihat buku yang diterbitkan.Selain aktif melihat hasil terbitkan, kita bisa juga menanyakan langsung ke penerbitnya melalui media sosial.  Maka, perbanyak berteman dan follow dengan penulis, editor, dan penerbit perlu juga.Dengan mengikuti sosial media nya kita akan lebih update informasi jenis buku yang mereka butuhkan. Selain itu tawarkanlah naskah buku kita yang telah selesai.

Biasanya kita diminta untuk mengirim langsung ke alamat email penerbit dan diminta menunggu paling lama 3 bulan untuk evaluasi naskah diterima atau ditolak.Bila naskah diterima dan ditawarkan untuk diterbitkan maka sisa menunggu surat perjanjian kerja sama penerbitan. Namun bila ditolak maka bersiap siaplah mencari jodoh penerbit yang lain. Jangan menyerah bila penerbit pertama yang menolak itu bukan berarti tulisan nya jelek.

Seringkali penerbit menolak karena memang belum memprioritaskan naskah untuk segera diterbitkan, atau boleh jadi ada naskah yang sejenis yang duluan masuk dan sudah siap diterbitkan.

Sekian pelajaran yang sangat bermanfaat untuk penulis pemula seperti saya. Semakin menambah energy untuk menulis tentunya.Bagaimana dengan bapak/ ibu semua,setuju bukan?. Tetap stay ya di  pertemuan berikutnya dengan pemateri lain yang tidak kalah menginspirasi juga.



Salam

Mulia Tentris L.E

BERBAGI PENGALAMAN BERSAMA PENULIS BUKU MOTIVASI

BERBAGI PENGALAMAN BERSAMA PENULIS BUKU MOTIVASI










Selamat siang semuanya,

Alhamdulillah pertemuan  siang hari ini di belajar menulis online dengan pemateri bapak Amir Faisal bertemakan berbagi pengalaman menulis buku motivasi dan kepemimpinan.


Sebagian dari kita tujuan dari menulis untuk menghasilkan karya berupa buku. Kenapa?  karena dengan memiliki buku sendiri ada kepuasan batin yang tidak ternilai dengan uang. Bisa dibayangkan berapa energi yang keluar untuk menghasilkan sebuah naskah, mulai dari mencari ide, referensi, berkorban waktu untuk menulis sampai mencari penerbit yang cocok dengan tema tulisan yang dibuat. Persoalan peminat banyak membeli atau tidak itu urusan yang lain.

Naskah buku yang diselesaikan dengan waktu yang lama, menyisakan satu tahap lagi yakni mencarikan "jodoh penerbit" yang tepat.  Karena tidak semua penerbit bisa menerbitkan buku dengan tema tertentu.

Mereka memiliki katagori buku yang akan dicetak sendiri  tentu dengan hitung hitungan potensi penjualan bisa laku atau tidak.

Maka penulis pemula kita dituntut untuk lihai melihat segmen apa yang dibutuhkan penerbit.  Mencari tahu jenis buku apa yang diterbitkan oleh penerbit dengan melihat buku yang diterbitkan.

Selain aktif melihat hasil terbitkan, kita bisa juga menanyakan langsung ke penerbitnya melalui media sosial.  Maka, perbanyak berteman dan follow dengan penulis, editor, dan penerbit perlu juga.

Dengan mengikuti sosial media nya kita akan lebih update informasi jenis buku yang mereka butuhkan. Selain itu tawarkanlah naskah buku kita yang telah selesai.

Biasanya kita diminta untuk mengirim langsung ke alamat email penerbit dan diminta menunggu paling lama 3 bulan untuk evaluasi naskah diterima atau ditolak.

Bila naskah diterima dan ditawarkan untuk diterbitkan maka sisa menunggu surat perjanjian kerja sama penerbitan. Namun bila ditolak maka bersiap siaplah mencari jodoh penerbit yang lain. Jangan menyerah bila penerbit pertama yang menolak itu bukan berarti tulisan nya jelek.

Seringkali penerbit menolak karena memang belum memprioritaskan naskah untuk segera diterbitkan, atau boleh jadi ada naskah yang sejenis yang duluan masuk dan sudah siap diterbitkan.

Penjelasannya nanti di Youtube 2

Sedikit tambahan :
Buku Menyiapkan Anak Jadi Juara itu terinspirasi :
1⃣ Ketika saya memberikan Motivasi pada anak-anak sekolah, saya merasa ada sesuatu yang salah. Seharusnya Motivator anak-anak ya Gurunya sendiri.
Apalah artinya kehadiran diri saya yang hanya 4 - 5 jam,  dibanding para guru yang membimbing selama 3 tahun

2⃣Saya membandingkan kedua anak saya,  yang kebetulan yang satu di SMP favorit dan lainnya di SMA runner up

Dari belajar hari ini, saya bisa mengambil hal dasar kita sebagai penulis dan orang tua juga bagi anak anak kita dengan begitu setiap saat harus menjadi peran ganda dalam siap selalu memotivasi anak- nak kita dan pembaca tentunya.Great!

Yap sekian pertemuan belajar menulis online untuk hari ini. Semoga kedepannya kita juga bisa meulis dan menerbitkan buku yang berkualitas dan laku juga ya di pasaran hehe.Aamiin.Tetap berkarya..tetap menulis. Semangat!!

MENULISLAH SETAP HARI


 MENULISLAH SETAP HARI







Bismillah,
Selamat malam semuanya, pertemuan hari ini kita kedatangan seorang pemateri yaitu Dr.Uswadin.M.Pd

Beliau lahir di Brebes tanggal 15 Maret 1968.
Pendidikan terakhir beliau pendidikan MP S3 UNJ.
Riwayat kerja beliau Guru SMP Labschool Jakarta dan Kebayoran. Beliau juga sebagai kepala Sekolah SMP Labschool Cibubur 2011 Sampai dengan 2019. Serta Pengembang Labschool UNJ.Dari pernikahan beliau dikarunia 2 orang Anak.Alamat beliau di Matraman Jakarta Timur.Email
dinusawa15@gmail.com .Motto beliau yaitu bermanfaat untuk sesama.Berikut ini kutipan artikel dari beliau

PESANTREN BAITI JANNATI*

Oleh: Uswadin

Ada yang menarik di awal-awal tahun 2020, tahun yang memiliki angka kembar yaitu duapuluh duapuluh. Peristiwa pulangnya santri dari berbagai pondok pesantren ke rumah masing-masing, bukan karena akhiru sannah atau akhir tahun, bukan pula karena libur tengah semester. Pesantren yang memulangkan santrinya pun bukan hanya satu atau dua pesantren saja, namun semuanya mulai pesantren yang dikenal di seluruh negeri maupun pesantren biasa.

Pesantren Tebu Ireng, Pesantren Gontor, Pesantren Assalam, Pesantren Daurut Tauhid, Pesantren Darunnajah, Pesantren Darul Quran dan deretan nama pesantren lainnya hampir semuanya memulangkan santrinya ke rumah masing-masing. Pemulangan santri ini dikarenakan adanya wabah virus corona (covid-19) yang mewabah di seluruh penjuru dunia, tidak terkecuali Indonesia. Pesantren mengambil kebijakan untuk mencegah terjadinya penularan dan pencegahan wabah ini maka semua santri dipulangkan. Hal ini seperti dilakukan sekolah-sekolah yang telah melakukan kegiatan belajar dari rumah atau home learning dengan model Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Aktifitas pondok pesantren yang biasanya ramai, sontak menjadi sepi. Kegiatan pengajian yang biasanya dihadiri oleh para santri dan warga sekitar menjadi sepi, kegiatan-kegiatan olah raga di lapangan sekitar pesantren pun tidak ada, aktivitas pondok dengan hiruk pikuknya santri yang berlalu lalang dan membaca kitab di sudut-sudut pondok juga lenyap, bahkan qiyamullail yang rutin dilaksanakan bersama-sama dengan ratusan santri menjadi hening seketika. Pondok pesantren sekarang ditinggali oleh beberapa pengurus yang menjaga dan mengisi kajian-kajian yang dilakukan secara daring atau online melalui sarana-sarana yang dimiliki dan dikuasai pesantren seperti media televise, radio, streaming youtube, facebook, atau menggunakan zoom dan google meet yang sekarang sedang marak digunakan oleh orang-orang.

Pulangnya santri dari pondok pesantren  kemungkinan akan berlangsung seiring dengan merebaknya wabah pandemi corona ini. Kita semua berharap wabah ini tidak berlangsung lama dan bisa segera hilang dari bumi tercinta ini, khususnya Indonesia. Dengan adanya para santri kembali ke rumah maka sekarang muncul adanya pesantren baru, yaitu Pesantren Baiti Jannati.

Pesantren Baiti Jannati adalah pesantren yang muncul di masa pandemic Covid-19 ini, rumah-rumah yang sangat jarang dijadikan tempat tarawih pada saat Ramadhan serentak diisi dengan kegiatan taraweh, hal ini dikarenakan adanya larangan shalat berjamaah di masjid dan mushola. Suasana shalat wajib menjadi tidak biasa, hampir selama lima waktu dilakukan oleh orang-orang di rumah dengan berjamaah. Apalagi rumah yang kedatangan santri dari berbagai macam pondok, maka suasananya akan lebih berbeda lagi. Kegiatan tadarus dan menghafal quran serta mengkaji kitab-kitab kuning atau kitab kajian lainnya dilakukan di sudut-sudut rumah atau kamar-kamar santri/ siswa.

Ayah yang menjadi kepala keluarga sekarang merangkap menjadi Kyai dan Imam di pesantren Baiti Jannati, demikian pula dengan Ibu yang sekarang menjadi Nyai di Pesantren yang sama. Pesantren Baiti Jannati akan lebih semarak apabila dilakukan tadarus bersama antara anggota keluarga, ceramah singkat dan bersama-sama untuk berlomba dalam kebaikan apalagi di bulan yang penuh berkah dan ampunan, yaitu Ramadhan 1441 hijriah ini.

Semoga Pesantren Baiti Jannati dapat dilakukan oleh semua keluarga walaupun dengan situasi dan kondisi yang berbeda. Mungkin ada yang tidak maksimal karena kendala-kendala yang ada di masing-masing rumah tangga/ keluarga. Ayah tidak selalu harus menjadi imam, anak-anak laki-laki yang sudah dewasa atau baligh pun sudah bisa bergantian menjadi imam. Jika kita memanfaatkan keterbatasan-keterbatasan yang ada maka kendala apapun bisa diatasi. Tetap semangat dan tetap stay at home, semoga Covid-19 cepat berlalu dan pesantren-pesantren akan kembali hidup dan berjalan normal kembali.

:
Berikut ini beberpa pertanyaan peserta yang di jawab pak Uswadin
Jika saat menulis nge blank, maka tanda kita perlu istirahat, otak dan kemampuan kita juga punya keterbatasan jadi perlu rest atau rilek dulu. kalau sdh fresh tinggal lanjut. Jangan maksakan kalau lagi nge blank nulis, bisa stress sendiri. Jadikan menulis sebagai hiburan. 2. Unuk konsisten memang berat, saya pun belum bisa setiap hari menulis, karena jangan memaksakan kalau memang kita belum ade ide, menuliskan hal-hal yang biasa ditulis terus bisa membuat pembaca bosan untuk membacanya. 3. Caranya ya kita sering baca tulisan orang2 yang bagus sehingga terpengaruh dan terbawa bagus. berlatih, berlatih dan berlatihdan mintalah saran dari orang lain.

Pa Hamdani, luar biasa menulis fiksi itu perlu kretivitas dan imajinasi yang tinggi, saya senddiri belum pernah menulis fiksi. Untuk membuat ending setahu saya ada beberapa pendekatan, 1, pembaca penasaran, ini berarti akan ada lahir tulisan berikutnya, 2. pembaca sampai kesimpulan ini berarti ending bisa dibuat happy ending atau sad ending atau normal, 3 apakah ingin ada pesan moral yang iingin disampaikan. Siakan bapak pas pada piihan yang mana. Tulisan belum sempurna kalau tidak ada penutupnya. Pada contoh tulisan saya , saya ingin agar kita tetap optimis dan husnudzon kepada Allah, inna maal usri yusro wa inna maal usri yusro.

 Demikian materi luar biasa pada siang hari ini oleh Bapak Dr.Uswadin.M.Pd dengan judul materi dari beliau belajar, belajar dan belajar menulis setiap hari. Semoga dengan adanya materi ini kita semakin semgat untuk selalu  belajar menulis setiap hari.Salam menulis!



Mulia Tentris L.E

Merancang Desain Pembelajaran Modern.


Merancang Desain Pembelajaran Modern.




Bertemu lagi dengan hari Selasa ya,
Alhamdulillah pertemuan kali ini kita belajar bersama dengan Bapak Paidi
Dr  Paidi dilahirkan di Bantul tanggal 1 Januari 1971. Alamat beliau jalan Timur Indah V No 39 RT. 19 Kelurahan Sidomulyo Kota Bengkulu.

Riwayat Pendidikan :
SD Tamat Tahun 1985  di SDN Banyumas Baru, SMP Tamat Tahun 1988 di SMPN 2 Bengkulu, SMA Tamat Tahun 1991 di SMEAN Bengkulu, S1 Tamat Tahun 1996 di Prodi S1 Pendidikan Akuntansi IKiP Padang, S2 Tamat tahun..  di Prodi S2 Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Bengkulu dan S3 beliau Tamat Tahun 2019 di Prodi Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta.

Jabatan Beliu sekarang :
 Kepala Sekolah SMKN 4! Bengkulu, Ketua MKKS SMK Kota Bengkulu dan jabatan terakhir sebagai Ketua MKKS SMK se Provinsi Bengkulu.

Ada pun Riwayat pekerjaan beliau adalah :
- Guru SMEAN Bengkulu Tahun 1996 s.d 1999
- Guru SMAN 2 Talo Tahun 1999 s.d 2003
- Guru SMKN 1 Bengkulu Tahun 2003 s.d 2018
- Dosen Luar Biasa Fakultas Teknik Muhammadiyah Bengkulu Tahun 2008 s.d  2014
- Dosen Pascasarjana TP UNIB Tahun 2019 sampai sekarang.
- Dosen Luar Biasa FISIP UNIB Tahun 2000 sampai sekarang.
-Tutor Universitas Terbuka UPB JJ Bengkulu Tahun 2011 Sampai sekarang.
-Asesor BAP SM Propinsi Bengkulu dari Tahun 2012 sampai dengan sekarang.
- Asesor LSP Telematika Tahun 2008 sampai sekarang.
-Ketua LSP SMKN 1 Bengkulu dari Tahun 2015 s.d 2018
- Anggota BKSP Propinsi Bengkulu Tahun 2015 sampai sekarang.

Publikasi Buku :
1. membuat Laporan keuangan dengan MyOB 19.6 " Edisi Perdana Tahun 2017. Diterbitkan oleh penerbit salemba IV Jakarta.

2. Membuat Laporan keuangan dengan MyOB
19.6  edisi 1 Tahun 2018. Diterbitkan oleh penerbit salemba IV JAKARTA.

3. Membuat Laporan keuangan dengan MyOB 19.6 Edisi II Tahun 2019 diterbitkan oleh penerbit salemba IV Jakarta.
4. Buku Ajar Simulasi Komunikasi Digital tingkat SMK/MAK kelas 10 tahun 2019 diterbitkan oleh penerbit ANDI Yogyakarta.

Jurnal Internasional beliau :

1.utilization Of Mobile Phones to Apply Blended  Learning et Higher education :computer subject at State vokational hight School 1 Bengkulu oleh PAIDI & Basuki Wibawa  Internasional Journal  Enginering Tehnology  (IJET),2018.

Banyak prestasi dan jabatan Beliu di kota Bengkulu dari seorang pendidik, kepala sekolah, Ketua para kepala sekolah di kota Bengkulu dan di Propinsi Bengkulu. Serta dosen dan Team Asesor dibeberpa Kampus.

Desain Pembelajaran Modern

Pembelajaran Modern adalah pembelajaran yang mengikuti perkembangan zaman, dimana era sekarang adalah era teknologi informasi. Pembelajaran Modern harus mampu menyerap informasi dari beragam sumber memahami dan mengsintesakannya dan lalu meraciknya menjadi satu pengetahuan baru yang powerful. Kecakapan dalam melakukan sintesa ini Tampaknya menjadi kian penting terutama ketika banjir informasi kian deras mengalir melalui beragam media: televisi, media cetak dan dunia online.

Teknologi pembelajaran Modern

Di era globalisasi dan komputerisasi metode pembelajaran tidak lagi bergantung pada seorang guru atau pun buku saja. Tetapi lebih kepada pengembangan potensi siswa dengan modal pembelajaran Modern seperti quatum teaching, quatum Learning, e Learning dan metode pembelajaran lainnya.

Pembelajaran merupakan bagian atau elemen  yang memiliki peran sangat dominan untuk mewujudkan kualitas baik proses maupun output ( kelulusan)  pendidikan. Pembelajaran sangat tergantung dari kemampuan seorang guru dalam proses pembelajaran.

Dalam kehidupan modern ini, sebaiknya kita memanfaatkan teknologi dengan bijaksana.  Misalnya menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran dan memilih yang tepat.

Pertanyaan Pertanyaan juga saya melampirkan di resume ini antara lain :
Assalamualaikum pak,,saya Noralia Semarang.
Ijin bertanya,saya pernah melakukan penelitian R&D untuk tesis saya dulu, saya mengambil judul pengembangan modul pembelajaran. Dan itu saya penelitian hingga menjadi produk akhir yang bagus bisa sampai 6 bulan, padahal hanya untuk 1 bab materi ajar karena beberapa kali  diujikan ke kelas besar shg dapat prototipe produk yang bagus.
pertanyaan saya,,untuk pengembangan bahan ajar seperti yang bapak laksanakan yg menghasilkan produk buku ajar untuk 1 tahun pelajaran, butuh berapa lama pak penelitiannya?

2. Apakah tiap bab materi ajar di buku ajar yang dikembangkan harus diujikan di kelas besar atau hanya kita ambil sampel salah satu materi ajar saja?

Untuk pertanyaan mas Supyanto, yang dimaksud TES Formatif disini adalah tes yang dibuat (modelnya bisa multiple choice, Essay dll) atas materi yang ada di bahan pembelajaran. Tes ini dibuat oleh si perancang buku yng sebeluamnya telah melalui telaah oleh pakar dan uji validitas maupun reabilitasnya. Sedangkan Tes Sumatif dalam konsep desain ini adalah penilaian oleh lembaga lain (eksternal) atas kelayakan bahan yang dibuat oleh si Perancang buku tsb. [N]

Yth.
Bapak DR. Paidi

Saya kirimkan pertanyaan yang belum sempat dijawab, sehubungan waktu yang telah selesai.

Pertanyaan sebagai berikut :

P12
Assalamualaikum bapak..
Saya Yudi Heriana Tantri dari Yogyakarta.
Maaf bapak sy mengajar d klas kecil.
Utk langkah 8 ttg kelas online.
Bagaimana cara melaksanakan kelas online utk anak² dg cara yg mudah dan sederhana.
Karena kami nyaknya kendalayg sering kami temui.
Mungkin bapak py punya strategi khusus utk siswa kelas kecil dlm pembelajaran kelas online.
Lalu bagaimana utk melakukan tes online dlm waktu yg bersamaan agar bisa mendapatkan hasil yg murni dari siswa
Terimakasih bapak..

P13
Selamat siang Pak Paidi.. kalau boleh tau apa nama aplikasi e learning nya. Kayaknya keren banget.
Ridwan Nurhadi

P14
Ass. pak Paidi... bolehkah diberikan contoh penerapan instruksional khusus dalam e-learning? Yulius Roma_Toraja.

P15
Mau tanya materi hr ini
1. Semua yg dijelaskan dan melalui ppt, bgm trik agar kita dpt dg mudah menyusun desain pembelajaran dengan baik dan menarik sehingga dpt ditulis dlm sebuah buku?
2. Dijelaskan bahwa ada 11 langkah dlm mendesain pembelajaran kok disitu dituliskan ada 11 langkah scr umum yg 3 lg yg mana ya penjelasannya?
3. Apa yg menarik dr pembelajaran blish ini sesuai dg hasil penelitian disini?
Trimakasih

P16
Assalamualaikum pak. bolehkah materi yang bapak sampaikan sekarang saya jadikan referensi penulisan buku?

P17
Assalamualaukum pak paidi. Salam kenal dari Karimun. Maaf mau nanya ni pak. Dalam blended learning ini, integrasi seperti apa yang bapak lakukan?
Rosmalinda, kepri

P18
Bolehkah ikutan membuat buku buat SMK yg outline nya dr erlangga? Mhn arahan

P19
Berarti pada intinya desain pembelajaran it untuk membuat buku yang baik ya..? Dengan kata lain untuk membuat buku ajar yg baik harus ada desain pembelajarany?
Dan desain pembelajaran it bisa menjadi sebuah buku ( buku ajar)?

Sekian resume dari Merancang Desain Pembelajaran Modern yang disampaikan oleh Bapak Kepala SMKN Bengkulu yaitu Bapak Dr Paidi.Semoga apa yang beliau sampaikan bermanfaat bagi kita semua.Aamiin.




Mulia Tentris L.E



Minggu, 17 Mei 2020

BUKU DIGITAL UNTUK ERA DIGITAL

BUKU DIGITAL UNTUK ERA DIGITAL










Selamat malam pembaca yang budiman,
Hari ini kita akan mendapat ilmu dari narasumber yang hebat.yaitu Bapak Onno.Sekilas tentang beliau Bapak Onno Widodo Purbo dilahirkan di Bandung Jawa Barat, 17 Agustus 1962 Beliau adalah seorang tokoh dan pakar di bidang teknologi informasi asal Indonesia, selain pakar bapak Onno juga dikenal sebagai penulis, pendidik dan pembicara di Seminar. Sebagai Aktivis yang memperjuangkan Linux. Karya inovatifnya diantaranya adalah wajanbolic sebagai upaya koneksi internet murah tanpa kabel dan RT /RW- Net sebagai jaringan komputer swadaya masyarakat untuk menyebarkan Internet murah, serta penerapan Open BTS.

Merupakan lulusan terbaik akademis di ITB pada jurusan teknik elektro tahun 1981 kemudian melanjutkan studi ke Kanada dengan beasiswa dari PAUME.Ia juga aktif menulis dalam bidang teknologi informasi, media, seminar, konferensi nasional maupun internasional dan percaya filosofi copyleft (sumber terbuka), banyak tulisannya dipublikasikan di Internet secara gratis.Sebagai pakar Teknologi Onno hanya menggunakan netbook dan telpon seluler Android merek lokal. Pada tahun 2013 ia bergabung sebagai Dosen di Surya University. Universitas ini didirikan oleh fisikawan ;Prof Yohanes Surya Ph.D.


Menulis dan cara membuat buku digital atau elektronik atau yang sering didengar dengan istilah e- ebook mulai dikerjakan oleh akademisi, penulis dan penerbit buku. Disisi lain, buku teks dalam bentuk yang nyata (fisik) juga bukan berarti ditinggalkan begitu saja.  Banyak penulis yang sebenarnya menerbitkan buku kepenerbit buku dalam dalam dua bentuk, yaitu elektronik dan fisik.

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi jangkauan dari buku yang nyata (fisik)  apabila tidak dapat didistribusikan dalam skala yang jauh. Kondisi ini juga tidak dapat dilepaskan dari buku elektronik dimana semua orang bisa mengakses buku tersebut melalui fasilitas Internet.Dengan begitu masyarakat tidak perlu mencari buku teks tersebut ditoko buku karena bisa melalui Internet. Kemudahan inilah yang kemudian banyak mendorong penulis untuk menerbitkan bukunya dalam bentuk elektronik.

Selain kemudahan akses yang didapatkan oleh penulis ataupun pembaca e-book juga memiliki kelebihan lain yang sifatnya lebih praktis dan modern. Praktis dalam artian bahwa buku teks tersebut dapat dibawa oleh masyarakat dimana pun mereka berada tanpa membawa barang barang yang berat.

Hal tersebut menjadi pilihan yang tepat dimana e- book dapat disimpan didalam labtop atau handphone yang sifatnya lebih praktis.  Puluhan hingga ratusan e-book bisa dibawa setiap hari dimana pun mereka berada. Berbeda dengan buku yang secara fisik berukuran besar.

Tentu masyarakat tidak bisa membawa puluhan hingga ratusan buku dalam jangka waktu yang sama. Selain itu, e-book juga memiliki karakteristik modern karena menggunakan teknologi informasi sebagai sarana untuk mengakses buku tersebut.  Diera digital seperti saat ini, hampir setiap orang didunia bisa mengakses Internet melalui teknologi yang dimilikinya.

Bagi penulis dan penerbit buku, cara membuat buku digital pada dasarnya tidak terlalu rumit. Pada awalnya, penulis dan penerbit buku tentu menggunakan aplikasi Microsoft Word sebagai sarana untuk membuat tulisan, gambar, grafik, dan lain sebagainya yang ingin disampaikan di dalam buku tersebut.

Apabila tulisan sudah jadi secara keseluruhan, maka format dalam bentuk Word tersebut harus diubah dalam format PDF. Setidaknya ada dua alasan yang membuat tulisan tersebut harus diubah ke dalam format PDF yaitu keamanan dari tulisan itu sendiri dan kepraktisan dari e-book yang akan diterbitkan.

Keamanan disini artinya PDF tidak mudah di edit atau diubah orang lain seenaknya. Sehingga orisinalitas tulisan penulis masih bisa terjaga.  Disisi lain, format PDF akan menjadi kan e-book praktis karena formatnya yang lebih rapi dan bisa diakses melalui gadget.  Oleh karena itu, format PDF menjadi format yang wajib digunakan untuk para penulis e-book.

Setidaknya ada dua cara membuat buku digital yang bisa digunakan untuk mengubah format Word ke dalam format PDF yaitu secara  ofonline dan online. Secara offline dalam artian bahwa proses untuk mengubah file tersebut dilakukan tanpa menggunakan bantuan Internet. Untuk secara online bahwa proses pengubahan dari Word ke  PDF memerlukan bantuan Internet.
 Berikut ini cara penulis mengubah format word atau PDF:
1.   Mengubah file dalam format Word kedalam PDF melalui sistem offline.
Biasanya disetiap aplikasi Microsoft Word ada pilihan untuk disimpan kedalam bentuk PDF yaitu bagian Save  As .Apabila Microsoft Word belum menyediakan pilihan tersebut maka penulis bisa mendownload aplikasi tersebut melalui https ://www.microsof. com /en- us /download.  Apabila telah berhasil didownload, langkah selanjutnya adalah dengan menginstal aplikasi tersebut.

  1.  Mengubah format file dari Word ke PDF dengan menggunakan akses Internet ( online).

Demikian yang bisa kita ambil dari pertemuan kali ini.Terimakasih kepada pemateri atas waktu dan ilmu yang diberikan.



DRAFT:SHORT STORY

  A STAIRWAY TO SKY By Mute Le Dear Brother, That afternoon, I saw a rainbow and raindrops through my window. They fell gracefully from the...